Sleman bukan hanya dikenal sebagai daerah dengan panorama Gunung Merapi dan wisata alam yang memukau, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah berupa candi-candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Kabupaten ini menjadi pusat berdirinya banyak candi Hindu dan Buddha yang usianya sudah lebih dari seribu tahun.

Bagi pecinta sejarah, arsitektur, maupun wisata budaya, berkunjung ke candi di Sleman adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Selain nilai historis, banyak candi di Sleman yang memiliki pemandangan alam indah, cocok untuk wisata edukasi sekaligus rekreasi keluarga.
Berikut adalah daftar 10 candi di Sleman Yogyakarta yang bisa menjadi tujuan wisata budaya Anda.
1. Candi Prambanan – Ikon Wisata Sleman yang Mendunia
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus ikon pariwisata Sleman. Kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 dan didedikasikan untuk Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Keistimewaan Candi Prambanan:
- Relief Ramayana yang terukir indah di dinding candi.
- Pementasan Sendratari Ramayana yang rutin digelar.
- Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Lokasi: Prambanan, Sleman, berbatasan dengan Klaten.
2. Candi Kalasan – Candi Buddha Tertua di Sleman
Candi Kalasan dibangun pada tahun 778 M sebagai penghormatan kepada Dewi Tara. Ukirannya yang detail dengan hiasan Kala-Makara menjadikannya salah satu candi Buddha paling artistik di Sleman.
Keistimewaan Candi Kalasan:
- Merupakan candi Buddha tertua di Yogyakarta.
- Arsitektur berciri perpaduan Hindu-Buddha.
- Dekat dengan candi lain seperti Candi Sari.
Lokasi: Desa Kalasan, Sleman.
3. Candi Sari – Bekas Wihara Biksu Buddha
Tak jauh dari Candi Kalasan, ada Candi Sari yang dulunya berfungsi sebagai wihara tempat tinggal biksu. Bentuknya bertingkat dengan banyak ruangan di dalamnya, sehingga berbeda dengan candi pada umumnya.
Keistimewaan Candi Sari:
- Ruangan di dalam candi masih bisa dimasuki.
- Relief dewi-dewi yang elegan.
- Dekat dengan Candi Kalasan (satu paket wisata sejarah).
4. Candi Sambisari – Candi Bawah Tanah yang Menawan
Candi Sambisari ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966, terkubur oleh material letusan Merapi. Candi Hindu ini terletak sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah, membuatnya unik dibanding candi lainnya.
Keistimewaan Candi Sambisari:
- Letaknya berada di bawah permukaan tanah.
- Kompleks candi kecil yang asri.
- Ada museum mini yang menceritakan sejarah penemuan candi.
5. Candi Barong – Candi dengan Panorama Perbukitan
Candi Barong berada di kawasan perbukitan, tidak jauh dari Candi Ijo. Candi ini bernuansa Hindu dengan bentuk sederhana, namun menyajikan panorama indah pedesaan Sleman.
Keistimewaan Candi Barong:
- View sunrise dan sunset yang indah.
- Relief berbentuk barong sebagai ciri khas.
- Lokasi dekat dengan Tebing Breksi dan Candi Ijo.
6. Candi Ijo – Candi Tertinggi di Sleman
Candi Ijo terletak di ketinggian sekitar 375 mdpl, menjadikannya candi tertinggi di Yogyakarta. Dari sini, wisatawan dapat menikmati pemandangan luas hingga Bandara YIA.
Keistimewaan Candi Ijo:
- Spot terbaik melihat sunset.
- Relief yang menggambarkan mitologi Hindu.
- Kompleks candi dengan beberapa bangunan pendamping.
7. Candi Banyunibo – Candi yang Damai di Tengah Sawah
Nama “Banyunibo” berarti “air jatuh menetes” dalam bahasa Jawa. Candi Buddha ini berada di tengah persawahan, menciptakan suasana tenang dan damai.
Keistimewaan Candi Banyunibo:
- Suasana sejuk dan alami.
- Relief berbentuk stupa yang khas.
- Lokasi dekat dengan Candi Barong dan Candi Ijo.
8. Candi Gebang – Candi Kecil Peninggalan Hindu
Meski ukurannya kecil, Candi Gebang menyimpan nilai sejarah penting. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 dan menjadi salah satu candi Hindu awal di Sleman.
Keistimewaan Candi Gebang:
- Lokasi dekat pusat kota Yogyakarta.
- Mudah diakses.
- Cocok untuk wisata singkat sejarah Hindu.
9. Candi Kedulan – Candi yang Masih Dipugar
Candi Kedulan juga ditemukan terkubur akibat material Merapi. Saat ini, pemugaran masih berlangsung, tetapi bentuk asli candinya sudah mulai terlihat.
Keistimewaan Candi Kedulan:
- Memberi pengalaman melihat langsung proses pemugaran candi.
- Termasuk candi Hindu yang cukup besar.
- Berada di lingkungan pedesaan yang asri.
10. Candi Morangan – Candi Tersembunyi di Sleman
Candi Morangan terletak agak tersembunyi di Desa Morangan, Sleman. Candi ini juga sempat tertutup abu vulkanik, dan sekarang menjadi destinasi menarik untuk wisata sejarah.
Keistimewaan Candi Morangan:
- Suasana sepi, cocok untuk eksplorasi sejarah.
- Relief sederhana namun sarat makna.
- Lokasi dekat dengan aliran sungai.
Sleman bukan hanya punya wisata Merapi, kuliner khas, atau desa wisata, tetapi juga menyimpan jejak peradaban masa lalu melalui candi-candi bersejarah. Mulai dari Candi Prambanan yang megah, Candi Ijo dengan pemandangan sunset, hingga Candi Sambisari yang unik karena berada di bawah tanah, semuanya memiliki daya tarik tersendiri.
Bagi Anda yang ingin berwisata sejarah di Yogyakarta, mengunjungi candi-candi di Sleman adalah pilihan tepat. Selain menambah wawasan budaya, pengalaman ini juga memberi kesempatan menikmati keindahan alam khas Sleman.
Tips Wisata Sejarah ke Candi di Sleman
- Datang pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari, terutama di candi yang berada di perbukitan.
- Gunakan pakaian nyaman dan sepatu yang sesuai, karena beberapa candi memerlukan sedikit berjalan kaki atau menaiki anak tangga.
- Bawa air minum sendiri, terutama saat berkunjung ke Candi Ijo atau Barong.
- Gunakan jasa pemandu wisata untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sejarah dan filosofi candi.
- Satukan trip wisata dengan destinasi terdekat, misalnya Candi Ijo + Tebing Breksi + Candi Barong dalam satu rute.
- Hormati tempat bersejarah: jangan memanjat relief, jangan mencoret dinding, dan jaga kebersihan lingkungan.
- Gunakan transportasi sesuai kebutuhan: motor untuk lebih fleksibel atau mobil sewa jika bepergian bersama keluarga.






